Friends, merenung yuk...
Waktu ibu kita kecil, beliau pasti mendambakan anak yang sholeh, mendambakan anak yang bisa di banggakan. Ketika kita dilahirkan, ibu kita merasakan sakit yang luar biasa. Namun, di balik sakitnya itu, beliau bahagia sekali. Beliau menitikan air mata melihat kita yang kecil,mungil,lucu,imut gak berdosa keluar dari rahimnya.
Dari bayi mungil, kita dipelihara sampai kita sebesar ini.
Ketika kita sakit, ibu mengurus kita sampai sembuh. Rela pergi ke Dokter dan membeli obat untuk kita. Menomor dua kan pekerjaanya di kantor.
Ketika kita lapar. Ibu memberi makan dengan sangat teliti. Beliau ingin memberi kita gizi yang cukup. Memberi makanan yang membuat kita sehat dan tumbuh besar.
Ketika kita ngompol di malam hari, ibu terbangun. mengganti popok yang membuat kita tidak nyaman. membuatkan susu agar kita kembali tidur dengan lelap.
Ketika kita tertidur. Ibu tersenyum melihat kita. Terjaga, tak ingin anaknya terganggu tidurnya.
Bahkan, setiap hari ibu selalu mendoakan kita. Memohon doa agar kita selalu dalam lindunganya.
Sekarang...
Kita sudah besar, apa yang kita lakukan untuk ibu?
Kita sehat karena ibu menjaga kita. Namun apa yang terjadi sekarang? kita menyakiti diri sendiri. Merokok, Tawuran, Ngebut-ngebutan bahkan make narkoba.
Kita sekarang sudah pintar. Ibu yang memberi nutrisi dan menyekolahkan kita. Namun, kita menyalah gunakan kepintaran kita, Seperti saat ini, kita pintar bohong sama beliau. Kita pintar membuka situs-situs dewasa yang ibu sungguh melarangnya.
Apa yang kita lakukan untu ibu yang selama ini merawat dan menyayangi kita?
Saat ibu sakit, apa kita merawatnya?
Saat ibu meminta tolong, apa kita mau menolongnya?
Saat ibu kesulitan, apa kita mau membantunya?
Saat ibu berbicara, apa kita mendengarkanya?
Saat ibu melarang kita, apa kita melakukanya?
Saat ibu membutuhkan doa, apa kita mendoakanya?
Sekarang ibu menangis.
Menangis karena beliau tersakiti. Sakit oleh anaknya sendiri.
Kita semakin besar. Namun semakin durhaka.
Apakah seperti ini anak yang beliau damba-dambakan dulu?
Apakah seperti ini anak yang dapat membahagiakanya?
Apakah ini balasan kasih sayang yang beliau berikan dulu?
Merenunglah kawan...
Dimata kita, ibu memang terlihat polos. Tidak tau apa-apa.
Namun, beliau sangat sangat sangat sayang dengan kita. Sekarang bahkan sampai Tua nanti.
Friends...
Bersyukur kita masih memiliki ibu. Sayangi beliau ketika beliau masih ada.
P.S : gue juga durhaka sama ibu gue. gue sering bikin beliau kesel. gue juga sering bikin beliau kecewa.
makanya sekarang ini yang bisa gue lakuin cuma mendoakan ibu sama berusaha ngabulin apa yang ibu gue mau.
Toodles :')